Postingan

Gambar
Jatuh cintalah kepada Allah terlebih dahulu, maka pada saatnya nanti Allah pasti akan memberimu seseorang yang tepat dan pantas untukmu.    Jika dia memang jodohmu, Allah pasti akan permudah segalanya untukmu. Ketika kamu sudah mencapai usia matang dan cukup dewasa menikah, maka rasanya sudah tak ada waktu untuk main-main dalam hubungan. Hanya pria yang benar-benar siap dan serius yang akan kamu pilih. Cuma kadang hati masih dilanda rasa ragu. Dia kah jodohmu? Atau jangan-jangan semua yang kamu rasakan itu semu belaka? apakah dia juga meraskan hal yang sama dengan ku ? atau hanya diriku yang yang terlalu berharap ? entahlah, perkara ini memang susah untuk ditebak.  Semua perkara yang berkaitan cinta, asmara, dan jodoh bisa jadi perkara yang begitu menguji hidup kita. Apalagi kalau sudah berurusan dengan memperjuangkan seseorang untuk jadi pendamping hidup kita. Memastikan dia memang yang terbaik untuk kita kadang membuat kita merasa menemui banyak jalan buntu. Banyak yang...

Merantaulah.....

Motivasi Merantau dari Imam asy-Syafi’i Imam asy-Syafi’i adalah seorang ulama besar yang terkenal dengan kecerdasan dan kata-kata mutiara yang penuh hikmah. Buktinya, beliau mampu menyusun kata-kata mutiara yang mendalam dalam bait-bait syair. Syair-syair beliau dibukukan dan dinamai Diwan asy-Syafi’i. Di antara syair beliau yang sangat baik kita renungkan maknanya adalah nasihat beliau agar seseorang merantau, meninggalkan zona nyamannya menuju wilayah baru, suasana baru, pengalaman baru, dan berkenalan dengan orang-orang baru pula. Nasihat tersebut disusun dalam bait syair berikut ini… مَا فِي المُقَامِ لِذِيْ عَقْلٍ وَذِيْ أَدَبٍ مِنْ رَاحَةٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِب سَافِرْ تَجِدْ عِوَضاً عَمَّنْ تُفَارِقُهُ وَانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءَ يُفْسِدُهُ إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ وَالأُسْدُ لَوْلَا فِرَاقُ الأَرْضِ مَا افْتَرَسَ...
Gambar
[Life] Cerita hidup kita sangat misteri dan tidak ada yang tahu perjalanannya, kecuali sang pencipta itu sendiri. Hidup kita menyimpan episode-episode yang kita sendiri tidak tahu jalan ceritanya. Kita bagaikan berjalan ditengah kegelapan, tidak bisa melihat apapun disekitar kita. Tuntunan kita hanyalah rasa kepercayaan bahwa Tuhan telah menggariskan semua takdir kehidupan kita. Jalan cerita kita sendiri yang menentukannya. Kita adalah pemeran utama dalam sebuah drama yang berjudul kehidupan. Sebuah keharusan bagi diri kita untuk mengubah bahkan mengulang cerita yang sama di alur cerita kita. Kita bisa memilih apakah kita akan menjadi pemeran antagonis atau tidak, apakah kita akan menjadi orang yang baik, jahat, sombong, atau rendah hati. Semua itu adalah pilihan, tergantung bagaimana kita mau menjalankan cerita kehidupan tersebut.Tapi saya yakin bahwa semua orang ingin menjadi orang yang baik. Semua orang ingin jalan cerita hidupnya senantiasa bahagia. Dan itu adalah impian kita semua...